Profil

Sisir Tanah adalah proyek musik asal Bantul, DI Yogyakarta, yang didirikan pada 2010. Sisir Tanah dibuat untuk mewadahi karya-karya Bagus Dwi Danto. Lagu-lagu Sisir Tanah berawal dari catatan-catatan yang ditulis Bagus Dwi Danto sebelum maupun sesudah 2010. Setiap catatan adalah perasaan-perasaan yang tersusun dari berbagai watak. Ada optimisme, sarkasme, humor, kegembiraan, kekecewaan, juga kemarahan. Sejumlah lagu bicara soal-soal personal, beberapa lainnya berisi kritik sosial. Dalam rentang tema yang luas itu, benang merah yang menghubungkan pesan dalam lagu-lagu Sisir Tanah adalah cinta dan damai.

Nama Sisir Tanah diambil dari nama perkakas pertanian yang biasa dipakai untuk mengolah tanah, yakni garu. Bagi petani, garu berfungsi menghancurkan bongkahan tanah dan menggemburkannya sebelum ditanami. Sisir Tanah adalah padanan bahasa Indonesia untuk garu.

Dalam bermusik, Sisir Tanah yang personel utamanya hanya satu orang biasanya membawakan karya dengan iringan petikan gitar bolong dan sesekali tiupan harmonika. Namun, dalam sejumlah kesempatan Sisir Tanah juga bisa tampil diiringi sejumlah musisi lain dalam format full band. Sejak mula, Sisir Tanah tidak memilih jenis musik tertentu untuk ditekuni. Walaupun demikian, banyak orang memasukkan lagu-lagu karya Sisir Tanah dalam genre folk.

Musik, bagi Sisir Tanah adalah media yang mudah diterima siapa saja, melintasi berbagai ideologi, motif dan kepentingan. Oleh karena itu, musik bisa menjadi media yang digunakan untuk berbagai tujuan. Sebagai media, sebuah lagu bisa digunakan untuk menyemangati mereka yang tengah berjuang, sekaligus memberi kabar pada dunia luar agar mengetahui dan kemudian turut peduli pada mereka yang tengah membutuhkan dukungan. Di luar itu, musik dan lagu adalah seni yang bisa menghangatkan jiwa siapa saja yang mendengarnya.